BATANG HARI – Menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 H, keluarga besar Pondok Pesantren Darusy Syafi’iyah melaksanakan tradisi ziarah kubur pada Selasa, 17 Februari 2026 M. Kegiatan ini pimpin langsung oleh pimpinan pondok pesantren, Ketua Yayasan, para ustadz dan ustadzah, serta santri Darusy Syafi’iyah.
Ziarah diawali di lingkungan Pondok Pesantren Darusy Syafi’iyah sebagai bentuk penghormatan kepada para pendahulu dan tokoh yang telah berjasa dalam pengembangan pesantren. Tradisi ini menjadi agenda rutin setiap menjelang Ramadan sebagai sarana muhasabah diri, memperkuat spiritualitas, dan menanamkan nilai adab kepada para santri.
Selanjutnya, rombongan melanjutkan ziarah ke Makam Tuan Guru Saman di Desa Rantau Puri. Di tempat tersebut, pimpinan pondok bersama santri memanjatkan doa, tahlil, dan membaca surah-surah Al-Qur’an sebagai bentuk penghormatan kepada ulama yang telah berkontribusi besar dalam dakwah dan pendidikan Islam di daerah tersebut.
Pimpinan Pondok Pesantren Darusy Syafi’iyah menyampaikan bahwa tradisi ziarah ini bukan sekadar ritual, tetapi juga sarana pendidikan karakter bagi santri. “Ziarah mengajarkan kita untuk selalu mengingat jasa para guru dan ulama, sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa kehidupan di dunia bersifat sementara, sehingga kita harus mempersiapkan diri untuk akhirat,” ujarnya.
Para santri terlihat khidmat mengikuti rangkaian kegiatan, mulai dari pembacaan tahlil hingga doa bersama. Mereka juga diberikan nasihat tentang pentingnya menghormati guru, menjaga tradisi keilmuan pesantren, serta menyambut Ramadan dengan hati yang bersih dan semangat ibadah yang tinggi.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan seluruh civitas akademika Pondok Pesantren Darusy Syafi’iyah semakin siap secara spiritual dan moral dalam menyambut bulan penuh berkah, serta terus menjaga tradisi keislaman dan keilmuan yang telah diwariskan oleh para ulama dan pendiri pesantren.