Batanghari, 1 April 2026 | Kementerian Agama Kabupaten Batanghari menggelar rapat koordinasi (rakor) strategis yang diikuti oleh seluruh kepala madrasah jenjang RA, MI, MTs, dan MA negeri maupun swasta se-Kabupaten Batanghari. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu (01/04/2026) bertempat di Aula Kantor Kemenag Batanghari.
Rakor ini membahas sejumlah agenda penting dalam penguatan mutu pendidikan madrasah, di antaranya persiapan Tes Kompetensi Akademik (TKA) untuk jenjang MTs dan MI, akreditasi madrasah, kebijakan honor PPPK paruh waktu, sertifikasi non-PNS melalui PPG tahun 2025, penilaian kinerja kepala madrasah swasta, serta implementasi penilaian kinerja berbasis aplikasi.
Dalam sambutannya, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Aprizal, M.Pd, menyampaikan bahwa rakor ini menjadi momentum penting untuk menyamakan persepsi serta meningkatkan kesiapan madrasah dalam menghadapi berbagai kebijakan baru dari pemerintah.
“Melalui kegiatan ini, kita ingin memastikan seluruh madrasah memiliki pemahaman yang sama terkait pelaksanaan TKA, proses akreditasi, serta kebijakan terbaru seperti PPPK paruh waktu dan PPG non-PNS tahun 2025. Selain itu, penilaian kinerja kepala madrasah juga harus dilakukan secara objektif dan berbasis sistem aplikasi agar lebih transparan dan akuntabel,” ujarnya.
Aprizal juga menekankan pentingnya kesiapan administrasi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan madrasah agar mampu bersaing dan memberikan layanan pendidikan terbaik kepada masyarakat.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Batanghari, H. Zeifni Ishaq, M.H.I, dalam arahannya mengajak seluruh kepala madrasah untuk terus meningkatkan komitmen dalam membangun kualitas pendidikan yang unggul dan berkarakter.
“Kepala madrasah memiliki peran strategis sebagai pemimpin pendidikan. Oleh karena itu, kinerja harus terus ditingkatkan, baik dalam manajerial, supervisi, maupun inovasi berbasis digital. Penilaian kinerja berbasis aplikasi bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi alat ukur nyata dalam meningkatkan mutu tata kelola madrasah,” tegasnya.
Lebih lanjut, beliau menekankan pentingnya setiap madrasah memiliki program unggulan yang menjadi ciri khas dan simbol identitas madrasah di tengah masyarakat.
“Madrasah tidak boleh berjalan tanpa arah dan keunikan. Setiap madrasah harus memiliki program unggulan yang menjadi branding, baik di bidang keagamaan, akademik, maupun keterampilan. Misalnya program tahfidz Al-Qur’an, penguatan bahasa asing, digitalisasi pembelajaran, atau life skill berbasis kewirausahaan. Inilah yang akan menjadi daya tarik sekaligus simbol kualitas madrasah di mata publik,” tambahnya.
Ia juga menegaskan bahwa program unggulan harus dikelola secara konsisten, terukur, dan berkelanjutan agar mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan mutu lulusan.
“Kami berharap seluruh kepala madrasah dapat menggali potensi yang ada di lingkungan masing-masing, kemudian mengembangkannya menjadi program unggulan yang kuat, terarah, dan mampu bersaing di era modern,” pungkasnya.
Kegiatan rakor berlangsung dengan penuh antusias, diwarnai diskusi interaktif antara peserta dan narasumber. Diharapkan melalui kegiatan ini, seluruh madrasah di Kabupaten Batanghari semakin siap menghadapi tantangan pendidikan ke depan serta mampu meningkatkan mutu layanan pendidikan secara berkelanjutan.