BATANG HARI – Komitmen dalam mewujudkan pendidikan madrasah yang humanis, berkarakter, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman kembali ditunjukkan oleh Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Darusy Syafiiyah. Pada Selasa, 20 Oktober 2026, guru dan siswa MAS Darusy Syafiiyah mengikuti pelaksanaan Survei Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) Batch 3 Tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung dengan sukses dan lancar, sekaligus menjadi bagian dari upaya mendukung penguatan mutu pendidikan madrasah melalui pendekatan pembelajaran yang mengedepankan nilai cinta, kepedulian, dan pembentukan karakter.
Pelaksanaan survei ini menjadi momentum penting untuk melihat sekaligus merefleksikan penerapan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta dalam lingkungan madrasah. KBC tidak hanya menempatkan pembelajaran sebagai proses transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai ruang untuk menumbuhkan akhlak mulia, membangun kepedulian sosial, memperkuat hubungan antarsesama, serta menanamkan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan dan lingkungan. Melalui keterlibatan guru dan siswa, diharapkan diperoleh gambaran mengenai implementasi nilai-nilai tersebut dalam aktivitas pendidikan sehari-hari, sehingga dapat menjadi bahan evaluasi dan pengembangan pembelajaran yang lebih bermakna.
Kepala MAS Darusy Syafiiyah, Sugeng Riyadi, S.Sos., M.Pd., menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam survei implementasi KBC merupakan langkah positif untuk memperkuat komitmen madrasah dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kepribadian peserta didik. “Kurikulum Berbasis Cinta mengingatkan kita bahwa pendidikan bukan sekadar menyampaikan pengetahuan, melainkan juga menanamkan nilai, membangun keteladanan, dan menumbuhkan kepedulian. Kami berharap implementasi KBC di MAS Darusy Syafiiyah semakin berkembang, sehingga guru dapat mengajar dengan penuh tanggung jawab dan kasih sayang, sementara siswa tumbuh menjadi generasi yang berilmu, berakhlak mulia, serta memiliki kepedulian terhadap sesama dan lingkungan,” ungkapnya.
Dengan terlaksananya survei secara lancar, MAS Darusy Syafiiyah berharap semangat Kurikulum Berbasis Cinta semakin mengakar dalam budaya madrasah, baik dalam proses pembelajaran maupun dalam interaksi sehari-hari. Partisipasi guru dan siswa dalam kegiatan ini menjadi wujud dukungan terhadap penguatan pendidikan yang menyeimbangkan kecerdasan intelektual, kematangan spiritual, dan karakter sosial. Ke depan, MAS Darusy Syafiiyah berkomitmen untuk terus mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang inklusif, inspiratif, dan berorientasi pada pembentukan generasi yang unggul dalam ilmu pengetahuan serta kuat dalam nilai-nilai keislaman.
HUMAS Media Darsya