Batang Hari | Program pemerintah terkait peningkatan kesehatan siswa terus digencarkan hingga menyentuh lembaga pendidikan berbasis agama. Pada hari ini, Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Jembatan Emas menyelenggarakan kegiatan sosialisasi pengurus Unit Kesehatan Sekolah (UKS) dan pelatihan teknis kesehatan gratis yang diikuti oleh berbagai utusan sekolah, termasuk dua perwakilan penting dari Pondok Pesantren Darusy Syafiiyah.
Pondok Pesantren Darusy Syafiiyah mengirimkan dua delegasi untuk mengikuti pelatihan ini, yaitu Pembina UKS dan Operator Data Siswa. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen pesantren dalam mengintegrasikan program kesehatan nasional ke dalam lingkungan pendidikan mereka.
Dalam sambutannya, Kepala UPTD Puskesmas Jembatan Emas, Lukman, SKM, menyampaikan poin-poin krusial terkait program kesehatan gratis ini. Beliau menekankan dua tugas utama yang harus diimplementasikan secara serius, khususnya di jenjang pendidikan dari SD hingga SMA:
-
Identifikasi Dini: Melakukan identifikasi agar seluruh anak didik di sekolah tetap dalam kondisi prima dan sehat.
-
Deteksi dan Penanggulangan: Mendeteksi penyakit lebih awal serta menentukan langkah penanggulangan yang tepat di masa mendatang.
Lukman, SKM, juga menyoroti peran strategis operator data siswa. "Data adalah kunci. Pelatihan ini juga membekali para operator untuk mampu mengolah setiap data siswa melalui aplikasi Sehat Indonesia," ujarnya. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan sistem pencatatan kesehatan yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala MAS Darusy Syafiiyah, Sugeng Riyadi, S.Sos, memberikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini. Beliau menyatakan bahwa pelatihan tersebut sangat relevan dengan kebutuhan madrasah dalam menjaga kesehatan peserta didik. “Kami sangat mendukung program ini karena kesehatan siswa merupakan fondasi utama dalam keberhasilan kegiatan belajar mengajar. Dengan adanya pelatihan ini, kami berharap tim UKS dan operator data dapat bekerja lebih profesional dalam memantau kondisi kesehatan siswa,” tuturnya.
Lebih lanjut, Sugeng Riyadi menegaskan komitmen madrasah untuk terus bersinergi dengan pihak puskesmas dan pemerintah dalam menyukseskan program Sehat Indonesia. Madrasah berkomitmen meningkatkan fasilitas UKS, memperkuat koordinasi internal, serta mendorong seluruh guru dan tenaga kependidikan untuk aktif dalam upaya promotif dan preventif kesehatan siswa. “Madrasah kami siap menjadi lingkungan pendidikan yang tidak hanya unggul dalam akademik dan keagamaan, tetapi juga dalam pembinaan kesehatan peserta didik secara menyeluruh,” tambahnya.
Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan tercipta lingkungan pendidikan yang sehat, tangguh, dan siap mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal.