Musim kemarau sering kali tidak hanya menghadirkan panas dan kekeringan, tetapi juga persoalan kabut asap yang dapat mengganggu kualitas udara. Dalam kondisi seperti ini, kesehatan dan keselamatan anak seharusnya menjadi prioritas utama.
Pembelajaran tatap muka memang penting, karena anak membutuhkan interaksi langsung dengan guru dan teman-temannya. Namun, ketika kualitas udara memburuk akibat kabut asap, memaksakan anak untuk tetap berada di luar rumah dan beraktivitas di lingkungan yang tidak sehat bukanlah pilihan yang bijaksana.
Pembelajaran daring dapat menjadi solusi sementara. Anak tetap dapat memperoleh pembelajaran tanpa harus terpapar udara yang kurang sehat. Guru dapat memberikan materi, tugas, dan pendampingan melalui media daring, sementara orang tua dapat membantu memastikan proses belajar tetap berjalan dari rumah.
Kita tentu tidak menginginkan kabut asap menghambat pendidikan anak. Justru dalam situasi seperti ini, diperlukan kebijakan yang fleksibel, cepat, dan mengutamakan kesehatan tanpa mengorbankan hak anak untuk mendapatkan pendidikan.
Sekolah boleh berhenti tatap muka sementara, tetapi proses belajar jangan sampai berhenti. Kesehatan anak adalah investasi masa depan. Ketika udara belum bersahabat, belajar dari rumah melalui pembelajaran daring adalah salah satu pilihan yang patut dipertimbangkan.